Selasa, 22 November 2016
Rabu, 02 November 2016
Yuk! Cari Tau Rumus Dasar Ms. Excel Untuk Meng-entry nilai
Siapa sih yang gak tau ms. Excel/
pasti semuanya udah tau kan..
Nah, disini aku akan bahas
rumus-rumus dasar di dalam ms. Excel
Sebelumnya coba lihat contoh daftar nilai disini!
1.
Fungsi
SUM
Fungsi
SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Misalnya untuk
menjumlahkan range data C10 sampai G10, maka rumusnya adalah =SUM(C10:G10)kemudian
tekan tombol Enter.
2.
Fungsi
Average
Fungsi
ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Misalnya
untuk mengisi nilai rata-rata dari range data C10 sampai G10, maka rumusnya
adalah =AVERAGE(C10:G10) kemudian tekan tombol Enter.
3.
Fungsi
Max
Fungsi
ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Misalnya
untuk mencari nilai maksimal dari range data C10 sampai G10, maka rumusnya
adalah =MAX(C10:G10)kemudian tekan tombol Enter.
4.
Fungsi
Min
Fungsi
Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai
tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil dari
sekumpulan data numerik. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range
data C10 sampai G10, maka rumusnya adalah =MIN(C10:G10)kemudian tekan tombol
Enter.
5.
Fungsi
Logika IF
Fungsi
ini digunakan untuk menentukan tingkat lulus/tidak lulus atau tuntas/tidak
tuntas siswa dalam hasil belajar.
Lambang
Fungsi
=
Sama dengan
<
Lebih kecil dari
>
Lebih besar dari
<=
Lebih kecil atau sama dengan
>=
Lebih besar atau sama dengan
<>
Tidak sama dengan
Dengan adanya fungsi IF, kita tak perlu lagi menghitung keterangan satu per satu. Kita hanya perlu menerapkan rumus logika IF di salah satu kolom dan menariknya kebawah untuk mendapatkan hasil logika di kolom yang lain. Sebagai contoh, dengan data di atas, kita diminta untuk mengisi kolom keterangan dengan predikat lulus atau tidak. Ketentuannya adalah:
- Apabila rata-rata pada sel I10 lebih dari 75, maka dinyatakan Lulus
- dan apabila kurang dari 75 dinyatakan tidak lulus.
Dari penerapan di atas, kita memperoleh rumus:
Dengan adanya fungsi IF, kita tak perlu lagi menghitung keterangan satu per satu. Kita hanya perlu menerapkan rumus logika IF di salah satu kolom dan menariknya kebawah untuk mendapatkan hasil logika di kolom yang lain. Sebagai contoh, dengan data di atas, kita diminta untuk mengisi kolom keterangan dengan predikat lulus atau tidak. Ketentuannya adalah:
- Apabila rata-rata pada sel I10 lebih dari 75, maka dinyatakan Lulus
- dan apabila kurang dari 75 dinyatakan tidak lulus.
Dari penerapan di atas, kita memperoleh rumus:
=IF(I10:I24>75,"LULUS","TIDAK
LULUS")
Rumus
tersebut ditulis dikolom J10 kemudian tekan Enter. Rumus tadi akan berubah
menjadi keterangan sesuai yang diminta oleh rumus.
SEMOGA BERMANFAAT :)
Rabu, 05 Oktober 2016
Artikel Kebaikan Air Putih
KEBAIKAN AIR PUTIH
Oleh : Irva Zahrotul Wardah
ABSTRAK
Dalam kehidupan
sehari-hari, jelas kita tidak asing lagi dengan yang namanya air. Ya, air
adalah sumber kehidupan manusia. Tanpa air kita tidak bisa hidup. Banyak sekali
manfaat yang kita dapat dari air, bergantung dengan fungsinya masing-masing.
Mari kita ambil contoh! Misalnya untuk minum, kita harus memasak air bersih
terlebih dahulu sebelum meminumnya. Untuk mandi, kita hanya perlu air bersih
untuk bisa mandi. Namun air juga bisa menjadi berbahaya bagi manusia, bila
manusia itu tidak mau menjaga kebersihan. Banyak kerugian yang didapat jika
kita tidak bisa menjaga kebersihan, terutama kebersihan air. Diantaranya yaitu,
diare. Air yang kotor kemudian terminum oleh kita, maka air tersebut akan
meracuni tubuh kita sehingga tubuh akan bereaksi dan menyebabkan gejala-gejala
seperti diare. Air yang kotor juga bisa menyebabkan penyakit kulit yang mana
sangat berbahaya dan menjijikkan. Namun jika kita bisa memanfaatkan air dengan
baik dan menjadga kebersihannya, maka
air bisa menjadi obat bagi kesehatan kita. Selama ini kita tidak menyangka
bahwa sebenarnya obat yang paling murah dan sederhana adalah air, air yang
bersih.
Air merupakan ciptaan Tuhan yang mempunyai manfaat sangat banyak bagi
manusia dan makhluk hidup lainnya. Tuhan menciptakan air guna menjadikan ekosistem
di bumi ini berlangsung seimbang. Air bisa menjadi kawan manusia, jika manusia
mampu mengolahnya dengan bijaksana. Air juga bisa menjadi lawan yang
membahayakan manusia bila manusia berbuat serakah dan tidak bijaksana.
Salah satu manfaat air ialah untuk pengobatan. Pengobatan dengan terapi
air ternyata dapat pengakuan baik dari sisi agama, juga sisi ilmuwan. Massaro
Emoto adalah salah satu peneliti yang membuktikan kehebatan air dari sisi
ilmiah. Dari sisi agama terdapat sejumlah hadits Nabi SAW yang menerangkan
manfaat air (zam-zam) dan air murni lainnya. Ini suatu perpaduan bahwa manusia
mendapat kebenaran melalui keyakinan agama dan ilmiah sekaligus.
Namun tidak setiap jenis air mampu berfungsi sebagai obat, hanya air
tertentu yang memiliki kemampuan sebagai obat karena ada juga air yang malah
berperan sebagai sumber penyakit, seperti air yang terkena racun, atau bakteri
yang dapat menularkan penyakit. Air limbah pabrik yang banyak mengandung zat
polutan sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya.
Bagi pemeluk agama Islam pengobatan menggunakan terapi air merupakan salah
satu alternatif dalam ikhtiar atau usaha menghilangkan penyakit yang ada pada
diri. Hal penting yang perlu dijaga adalah akidah tauhid bahwa air hanya sarana
pengobatan, Tuhan yang menyembuhkan.
Oleh karena itu, dengan kita mengetahui banyak manfaat dari air bagi
kehidupan kita, maka kita sudah saatnya untuk menghargai air dengan cara
memanfaatkan sebaik-baiknya. Disamping itu juga, kita harus memulai untuk
meminimalisir bahkan menjaga apa-apa yang dapat mencemarkan terhadap air, baik
itu limbah industri, limbah rumah tangga, sampah yang dibuang ke sungai, dan
lain sebagainya. Sehingga dengan kita menghargai air seperti itu, kehidupan
kita akan semakin sehat dan menyehatkan.
Jumat, 23 September 2016
UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi (BAB III)
BAB III
PERLINDUNGAN ANAK
Pasal 15
Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh
pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.
PERLINDUNGAN ANAK
Pasal 15
Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh
pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.
Pasal 16
(1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan,lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
(1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan,lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Pada BAB III di atas, sudah jelas tertera pada UU kita bahwa "Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi.....". Pada kenyataannya, setiap orang sudah tidak peduli akan hal ini. Anak kecil maupun anak yang di bawah 17 tahun dengan mudahnya mengakses dan terpengaruh pornografi, baik melalui media video, gambar, dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa kepedulian masyarakat terhadap anak dari bahaya pornografi sangatlah tipis, bahkan bisa dikatakan tidak peduli lagi. Bisa kita ambil contoh dari lingkungan yang paling sederhana saja, yaitu keluarga. Keluarga pada zaman sekarang rela membiarkan anaknya memegang gadget yang merupakan media utama dalam penyebaran virus pornografi demi tidak mau repot mengurus anak. Memang dengan memberikan anak gadget akan membuat anak tersebut diam, namun hal tersebut akan berpengaruh buruk pada psikologi dan pertumbuhan anak. Apalagi bila anak tersebut sudah sekolah, maka kemalasan akan muncul dan menyebabkan anak tersebut susah berkembang. Hanya berawal dari gadget.
Selasa, 23 Juni 2015
Media Pembelajaran
Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan, penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
- Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
- Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
- Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
- Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Tujuan menggunakan media pembelajaran :
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
– mempermudah proses belajar-mengajar
– meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
– menjaga relevansi dengan tujuan belajar
– membantu konsentrasi mahasiswa
– Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
– Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
– Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
– Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
